Baru beberapa hari gak nulis, yet it feels like decade (oke ini lebay). Jujurly memang rasanya sibuk sekali terutama di kantor. Tender marathon itu sungguhlah bikin pegel lahir batin. Tapi ya semoga lelah kami menjadi lillah (aish) dan ada proyek yang nyangkut ya Allah 😂

Oke balik ke nulis, diawal-awal tugas nulis saya sempat menuliskan tentang pengalaman mengikuti kelas bahasa isyarat. Tepatnya waktu itu saya mengambil Kelas Bahasa Isyarat Level 1 T3 2024. Dan gara-gara nulis itu jadi keinget, eh blum lanjut level selanjutnya ya? Lah kok kebetulan gak lama dibuka pendaftaran untuk Level 2. Okegas okegas langsung daftar.

Kalo dulu waktu Level 1 ikutan kelas yang online, dilevel 2 ini saya daftar kelas offline. Ada beberapa opsi lokasi untuk kelas offlinenya, dan saya pilih yang terdekat dari kantor yaitu di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Rawamangun.

Bedanya online dan offline duh banyak ternyata 😂 Gak banyak ding, tapi signifikan. Karena kalo di kelas online kita dapet rekaman video materi pembelajaran jadi masih bisa mengulang materi kalo lupa, sementara di offline yaudah what you see is what you get 😂

Tapi serunya adalah kelas kali ini bareng adek-adek gen Z yang gemes-gemes. Dan ketika dipanggil kakak sama adek-adek gen Z adalah bukti bahwa perawatan anti agingmu berhasil, atau ya emang gak enak aja mereka mau manggil tante awkwk 😆

Semangat Bun!

Leave a Reply