Anak 1 : Ayah aku sudah almarhum, dan ibu aku pergi dari aku masi kecil.
Mungkin ibu aku punya mimpi yang masi harus dia kejar ya kak?
Dan disitu gak ada aku.
Saya : – kemudian baper –

Sebelum masa pandemi kami sekeluarga berkesempatan untuk beberapa kali volunteering bersama komunitas Sahabat Masa Depan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Tangerang.
Misi Komunitas ini adalah memberikan insight kepada anak-anak disana, bahwa terlepas dari apa yang mereka jalani saat itu. Masa depan dan harapan itu masih ada.

Penghuni disana lebih banyak anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Kami yang officially seorang ibu kebagian mendampingi anak perempuan.
Entah kenapa, menurut panitia anak perempuan lebih kompleks.
And they think us, mothers, can handle them better. (Padahal belum tentu juga 😂)

Masing-masing dari kami kebagian mendampingi 2 orang anak.
Saya kebagian 2 anak perempuan, 17 dan 18 tahun.
Yang satu ketangkep lagi begal 😂, jago benerin motor.
Cita-citanya mau punya bengkel sendiri.
Yang satu lagi dilaporin bapaknya sendiri, karena suka nyolong barang-barang dirumah. Tragis.

Kami menghabiskan waktu seharian bersama. Mulai dari mendengarkan materi dari pembicara, sharing, juga bermain games bersama.

Banyak pengalaman dan pelajaran yang kami dapatkan hari itu. What breaks my heart is that their stories are way bigger than their age. Harapan saya kedepannya kami dapat bertemu lagi pada situasi yang berbeda.

Because at the end of the day, every child deserves a second chance…

Leave a Reply