Faith Driven Entrepreneur Indonesia => Portal untuk pengusaha dan profesional kristen.

Sesi #Crossover edition => menyeberang
Sebagai Pengusaha Kristen, gimana caranya jadi pengusaha yang excellent.
Bisa bersaing dan menang di Marketplace tapi pada waktu yang bersamaan melakukannya dengan penuh Integritas, memiliki Moral dan Etos Kerja yang lebih tinggi dari dunia karena dasarnya adalah Firman Tuhan, dan akhirnya menjadi dampak buat bangsa dan Negara.

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
Amsal 11:25-26 TB

Kita semua pasti mau jadi berkat, tapi gimana kalo dalam keadaan krisis seperti sekarang? Atau ternyata kita sendiri butuh minum, masi bisa gak jadi berkat buat orang lain, bagi karyawan kita?
Apa kata Alkitab?

Apakah Tuhan mengijinkan Covid-19 terjadi? 
Tuhan berbuat baik untuk Semua orang, baik yang mengasihi Dia maupun gak.
Baik adalah keberadaan Tuhan.
His nature is good, that is Who He is.
Apa yang terjadi saat ini dalam sepengetahuan dan kendali Tuhan, He is in control.
Tapi apakah Tuhan ijinkan ini terjadi?
Pemahaman kita terlalu terbatas untuk mengambil kesimpulan apakah ini Tuhan ijinkan atau gak.
Misal : saya gak akan pernah mengijinkan anak saya mengalami celaka. Tapi kadang karena keteledoran dia walaupun saya mengasihi dia kadang saya harus lihat dia celaka karena apa yang saya inginkan yang baik dia tidak lakukan.
The point is bukan tentang dikotomi ini dari Tuhan/Setan.
Bisa jadi konsekuensi dari apa yang kita manusia lakukan.
But still, jangan memberikan kredit pada virus ini lebih dari yang seharusnya.

We will still can see the goodness of God in the midst of storm. 

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
Markus 4:37-38 TB

Ancamannya (taufan) nyata, tapi apakah benar Yesus gak  peduli? => ini Tuduhan
Tuhan itu kasih dan Ia gak bisa lain kecuali mengasihi.
Berpegang pada apa yang kita tau (Tuhan baik) sambil kita mencari tau kenapa ini terjadi.
Why does this has to happen?

Kalo sampai Perusahaan gak bisa WFH gimana?
1.Dari sisi Pemilik Perusahaan
Standar dan regulasi kesehatan dan keamanan dipenuhi.
Tunjukkan pada karyawan that you care for them disaat mereka masi harus bekerja.
When you care for the people who work with/for you, you will never regret investing your heart for them.
2.Dari sisi Karyawan
Hopefully kamu punya pemimpin seperti poin 1, but if you don’t, protect yourself.

Memulai/menggeser bisnis dimasa krisis?
Gak ada bisnis yang tanpa resiko, apapun bisnisnya tetap ada kalkulasi resikonya.
This is unfamiliar situation, unidentified risk and period, unknown solution, but this is temporary.
However the time is indefinite.

What to do :
Calculate the risk
Calculate the investment

Sebagai businessman kita perlu mengambil tindakan :
1.Rapid Innovation
2.Decision under stress
3.Calculate Risk

How did you know that something is a good investment? 
Bedakan mana Beriman dan mana Nekad.
Iman perlu langkah, beriman tanpa melangkah bukan iman namanya.
Dalam tindakan iman, when we stop the whole process not at any single point we will bring harm to anybody.
Tapi ada risk yang harus kita ambil.
Banyak dari kita mau take the risk karena kita mau beriman tapi kita gak kalkulasi sehingga mendatangkan kerugian yang gak bisa kita tanggung.
Sebagai Pengusaha kalo kita sudah janji sesuatu nama baik itu lebih penting daripada hanya dapet sesuatu dalam jangka pendek.

Saat ini setiap kita ada dalam kondisi yang berbeda2.
Terbagi antara Krisis Kesehatan dan Krisis Ekonomi yang menjadi Krisis Keuangan.
Walaupun ada juga yang tidak mengalami krisis sama sekali.
Kita ada dibagian mana?

Di sejarah Alkitab kita belajar tentang Yusuf.
Yusuf was the king of anticipation.
Yusuf mengajar Firaun bagaimana untuk antisipasi menabung di 7 tahun kelimpahan untuk bisa mengantisipasi 7 tahun kelaparan, sehingga diakhir 7 tahun kelaparan dia bukan hanya bisa kasi makan rakyatnya tapi juga masi bisa beli aset negara2 sebelahnya sehingga Mesir jadi negara yang jauh lebih kaya.
Artinya dalam 7 tahun kelimpahan dia bisa working on an increase of production. Karena dia tau akan ada kelaparan yang akan datang. Dia berhasil increase of production dari tahun pertama.

Gimana dengan kita?
Belum terlambat, mulai dari sekarang anticipate apa yang ada ditangan kita.

Gimana kalo bisnis kita terdampak?
Buka mata untuk melihat kebutuhan orang lain, kemungkinan disitu ada peluang untuk kita melakukan sesuatu.
Kita perlu Rapid Innovation, gak bisa nunggu terlalu lama.
Speed is the key, tanpa nekad dan ignoring all the risk.

Kalau Bisnismu di area yang bukan kebutuhan primer seperti luxury goods/kecantikan, gimana?
Apa seperti terkesan gak peduli, gak punya empati?
Kebanyakan orang posting bantuan APD dan lainnya sementara yang kamu posting jualan Tas, Baju ataupun Bisnis Estetika.
Gimana?

Dimasa sekarang ada 3 kondisi psikologi orang :
1.Gak peduli/Ignorant => what virus?
2.Takut/Parno berlebihan => cuci tangan berlebihan, gak berani pegang apa2
3.Waspada, tapi gak parno / takut berlebihan

Etika (berjualan) itu relatif.
Kepedulianmu pada pandemi itu sisi yang lain, the way you do business is another side of it.
Hanya karena kita jualan bukan berarti kita gak peduli. Atau karena kita peduli berarti kita gak boleh jualan. It can go both.
Kalo ada demand dan kita gak jualan berarti kita loosing our opportunity.
Tapi kalo kita jualan dan hanya peduli pada diri sendiri dan gak peduli pada kondisi sekitar, kita hanya jadi successful businessman/businesswoman.
Sementara sebagai orang Percaya yang mau jadi berkat, kita bisa do our business make our profit dan membantu orang lain yang sedang struggle.

Disisi lain ada karyawan yang di PHK, atau gajinya dipotong 50%, tapi dia lihat pimpinannya masi punya banyak mobil mewah dengan supir pribadi misalnya.
Gimana kita sebagai Christian Leader balanced that out.
Are we being too much or just be sensible?
Gak ada satu orang pun yang bisa kasitau apa yang kita lakukan itu Benar atau Salah kecuali Tuhan sendiri.

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Markus 12:41‭-‬44 TB

Persembahan janda itu gak ada artinya dibanding persembahan orang kaya, dia cuma kasi 2 peser, insignificant.
Tapi karena bagi janda itu segala2nya sementara yang diberi orang kaya itu walaupun besar tapi gak ada apa2nya bagi dia, maka yang menjadi ukuran bukan jumlahnya tapi bobotnya.
Yang mana segala2nya dan yang gak hanya kita yang tau.
Apa yang Tuhan suruh kita lakukan sudah kita lakukan gak?

Sebagai Pengusaha (Kristen) gak perlu selalu khotbahin orang, karena ada beda antara orang yang berkhotbah dengan orang yang hidupnya jadi inspirasi.

Preach the gospel at all times; Use words if necessary – St. Francis of Assisi

As a Christian we have to preach the gospel, sudah pasti.
Tapi banyak Pengusaha (Kristen) yang menyampaikan Firman Tuhan tapi gak tercermin dalam kehidupan mereka pribadi terlebih dalam cara mereka mengelola bisnisnya.
Jadi apa yang mereka coba katakan gak sampai atau gak punya dampak buat orang lain. Dan itu bukan cara yang efisien untuk menyampaikan kesaksian kebenaran kabar baik.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Matius 5:16 TB

Kapasitas Pengusaha dikondisi saat ini berbeda-beda, ada yang punya saving untuk masih bisa kasi gaji full beberapa bulan kedepan, ada yang cuma bisa kasi 1 bulan kedepan, ada yang terpaksa harus PHK.
Kondisi bisa berbeda2 tapi gak mengubah kenyataan kalau kita masi bisa berbuat baik.
Kalaupun perusahaanmu sudah gak bisa bayar gaji, kejujuran adalah hal baik yang bisa kamu sampaikan pada karyawanmu.
Say sorry kalau memang kita sungguh2 tidak bisa bayar gaji, tapi kalau sampai suatu saat kita kembali diberkati kita akan kembalikan apa yang menjadi tanggung jawab kita pada mereka.
Bentuk dari excellence bukan hanya tentang hal hebat yang bisa kita lakukan, tapi apa yang sesuai prinsip Alkitab.
Walaupun ada juga Perusahaan yang sebenarnya mampu tapi memilih untuk mementingkan dirinya sendiri, mengorbankan karyawannya dan memakai kesempatan ini untuk cut cost, potong gaji, dsb.
Tapi kebenaran selalu bicara dan ada harga yang lebih mahal yang harus dibayar dikemudian hari.

Mungkin kita bisa ada dalam kondisi yang berbeda saat ini.
But when it comes to love and generosity kita bisa melakukan hal yang sama.
Sebagai orang percaya kita bisa menunjukkan the unconditional love terlepas dari tantangan yang ada.
Generosity bicara soal hati kita, bukan soal apa yang ada ditangan kita.
Walaupun ditangan kita berbeda2, kita bisa generous at this point of time.
Setiap kita bisa punya a generous heart, a loving heart to help.
Alkitab bilang, A generous man shall prosper.
Generosity comes before prosperity, bukan a prospers man shall be generous.
Karena kemurahan hati, kelimpahan akan datang menyusul.

Apapun yang ada ditanganmu, you still have to give it away (some of it).
Hanya ketika kamu memberi Tuhan bisa tambahkan lagi dalam kehidupanmu.
Gak ada konsep lain in Christianity.
Jadi lihat, what you can do to help others?
Terlepas dari tinggal berapa yang ada ditangan kita, when we give away, pasti sukacita datang, karena adalah lebih besar sukacita memberi daripada menerima.
Dan percaya kalau benih yang kita tabur akan dilipatgandakan sama Tuhan by doing what the bible teach us to do, mempraktekkan apa yang Firman Tuhan katakan.

Jangan gunakan Bisnismu sebagai sarana untuk menyebarkan Firman Tuhan.
Tapi hasil dari Kebenaran Bisnis itu, termasuk kehidupan dan perilakumu sebagai Pemilik Bisnis yang akan menjadi inspirasi dan berkat untuk orang lain 🙂

Leave a Reply