Minggu 3 Mei 2020

Ayat Mingguan :
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Roma 12:1 TB

Worship seringkali disamakan seperti lagu pujian, musik, lirik.

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Yohanes 4:23 TB

Worship => Penyembahan
Tuhan mencari Penyembah, bukan Pemusik.
Bukan hanya tentang menyanyikan lagu Pujian Penyembahan.
Tapi tentang kehidupan dimana kita menyembah Dia dengan sebuah Ketaatan.

Seringkali kita mendengarkan (hearing) lagu pujian penyembahan tapi kita seringkali gak sadar/mendengarkan (listening) kalau Tuhan sedang berbicara melalui lagu tersebut.

Hear : a sound or noise comes into your ear without you making an effort
Listen : when you pay attention and try to listen to sounds


Are we Hearing or Listening?

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Roma 12:1 TB

Worship is Honoring God with our lives.

That’s your Worship.

Penyembahan adalah our daily obedience, sebuah komunikasi.
Pada saat kita menyembah, Tuhan pun sedang berbicara secara khusus pada setiap kita pribadi.
Are we listening to what God is saying to us?
Lagu hanyalah bagian dari Penyembahan. Tapi bukan Penyembahan itu sendiri.

Apakah yang harus kita persembahkan kepada Tuhan , Allah di surga, apabila kita datang untuk beribadat kepada-Nya? Haruskah kita membawa sapi muda yang terbaik untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran kepada-Nya? Apakah Tuhan akan senang kalau kita membawa kepada-Nya beribu-ribu domba atau berlimpah-limpah minyak zaitun? Haruskah kita mempersembahkan kepada-Nya anak sulung kita sebagai tebusan atas dosa-dosa kita? Tidak! Tuhan telah menyatakan kepada kita apa yang baik. Yang dituntut-Nya dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita.
Mikha 6:6‭-‬8 BIMK

Apa sih yang sebenarnya Tuhan mau saat kita sedang menyembah Dia?
* Berlaku adil (act justly)
* mengamalkan cinta kasih (love mercy)
* rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita (walk humbly)

Worship is not only lifting up our hands in praising our God but also lowering our hands in loving others.

Worship menurut :
*Ribka Lucman (Worship Leader)

Worship bukan hanya untuk memuliakan Tuhan, tapi untuk mengajak orang lain memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita.

“Believe me, woman, the time is coming when you Samaritans will worship the Father neither here at this mountain nor there in Jerusalem. You worship guessing in the dark; we Jews worship in the clear light of day. God’s way of salvation is made available through the Jews. But the time is coming—it has, in fact, come—when what you’re called will not matter and where you go to worship will not matter. “It’s who you are and the way you live that count before God. Your worship must engage your spirit in the pursuit of truth. That’s the kind of people the Father is out looking for: those who are simply and honestly themselves before him in their worship. God is sheer being itself—Spirit. Those who worship him must do it out of their very being, their spirits, their true selves, in adoration.”
John 4:23‭-‬24 MSG

The way we treat our family and others is an act of worship.

3 hal yang harus dijaga:
1.Words
Words can kill, words can give life. Learn to choose wisely.
Perhatikan perkataan kita ke pasangan, anak2 dan orang2 disekitar kita.
Jangan sampai kata2 yang kita keluarkan bukan kata2 yang memberi kehidupan.
2.Attitude
Learn to give our best attitude meski dalam situasi yang gak nyaman.
Belajar untuk kasih best attitude untuk our family.
Perhatikan attitude apa yang kita tabur.
3.Action
Seringkali perbuatan dan perasaan gak harus sejalan. Karena terkadang perasaan bisa menipu.
Terkadang perasaan bisa menguasai pikiran kita sehingga kita gak mau melakukan hal yang benar.
Merubah cara kita berpikir, jadi dari pikiran yang positif keluar tindakan yang positif.
Sebagai manusia daging kita lemah, seringkali kita merasa gak ingin melakukan sesuatu. Tapi roh kudus selalu ingatkan kita untuk taat.
Kalau kita gak mau taat, gak mau dipakai jadi berkat pada satu saat kita gak akan terpakai.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Matius 5:16 TB

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23 TB

Apapun means apapun.
Besar/kecil, terlihat/tidak.
Karena surga melihat apapun yang kita perbuat baik atau jahat.

*Jonny Herjawan (JPCC Foundation)

Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Yohanes 4:21‭-‬22 TB

Bukan tempat atau cara kita menyembah, tapi kita kenal gak dengan siapa yang kita sembah.

Not where or how we worship, but do we know who we worship?

We are created in and as the image of Love itself.

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
1 Yohanes 4:7‭-‬8 TB

Untuk bisa kenal Tuhan, kita perlu mengasihi Tuhan.
Untuk bisa mengasihi Tuhan, kita perlu TAAT.

Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Yohanes 14:24 TB

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Matius 22:36‭-‬40 TB

To love God is to obey His command.
With all our heart, soul, mind and might.
That is obedience.

To love other the way you love yourself.
That is justice and humanity.

Worship is the expression overflowing from within as a result of our obedience to His great commandments together with our action of justice and humanity.

Penyembahan merupakan manifestasi dari kasih yang kita bawa ke dunia dalam bentuk kegiatan/tindakan kemanusiaan dan keadilan. Sehingga mereka dapat melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita yang di Surga.

Saat ini setiap kita punya pergumulannya masing2, terlebih dalam situasi ketidakpastian yang kita gak bisa kontrol.
Tapi sebagai penyembah kita punya kuasa untuk mengendalikan perkataan, tingkah laku dan perbuatan kita.
Seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Sehingga tetap ada sukacita ditengah2 keluarga kita.

Jadi, untuk saat ini ada tiga hal yang kita harus tetap lakukan: percaya, berharap dan saling mengasihi. Yang paling penting dari ketiganya itu ialah mengasihi orang-orang lain.
1 Korintus 13:13 BIMK

Percaya, berharap dan saling mengasihi (orang lain).
Sehingga saat orang lain bersinggungan (bersentuhan) dengan kasih mereka bisa melihat bagaimana kita menyembah Allah yang kita kenal.

Happy Sunday 💜

Leave a Reply