Ayat Mingguan :
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12)
A call to imagine is a call to make a change
Kenapa berubah?
Karena kita mau masa depan yang lebih baik.
Tuhan aja bilang :
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)
Seringkali orang lebih suka even dibanding prosesnya.
Karena didalam proses seringkali ada kegagalan, trauma ataupun sakit penyakit.
Pesta pernikahan itu even sementara pernikahan sendiri adalah proses.
Kenapa seringkali kita putus asa?
Karena kita pikir ada hal yang tidak akan pernah berubah.
Hanya karena sesuatu belum berubah bukan berarti gak akan berubah.
Sudut pandang siapa yang kita pakai?
Manusia atau Tuhan?
Kejadian 15 : 1 – 6
Setiap kali keraguan datang, firman Tuhan perlu datang.
Firman Tuhan menyelaraskan cara kita melihat proses.
Proses ada setiap hari, sudahkah firman Tuhan ada setiap hari?
Tuhan perlu merubah cara kita melihat realita kita sebelum dia bisa merubah keadaan kita.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2 Korintus 4:18)
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (Roma 5:3-4)
Kesengsaraan => Ketekunan (Kesabaran) => Tahan Uji (Karakter) => HOPE (Pengharapan)
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (2 Korintus 12:7-8)
Apa itu duri dalam daging?
Kesengsaraan, kesakitan, kesukaran, penderitaan
Tuhan mau kita tidak meninggikan diri, bahwa kita manusia yang punya keterbatasan.
Yang tidak terbatas hanya Tuhan.
Karena kadang ketika sukses datang kita gak lagi mengandalkan Tuhan.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:9-10)
Dari Kesengsaraan sampai bisa ada Pengharapan Kasih (Karunia) (charis) + Kuasa (dunamis) Tuhan => Proses
In the process you feel that God loves you so much.
Setiap orang punya proses yang berbeda2.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:5)
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10)
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” (Kejadian 3:1)
Setiap kali kesengsaraan datang akan selalu ada suara2 yang membuat kita meragukan karakter Tuhan.
Kenyataannya Tuhan gak mau kita sengsara, Dia mau kita mengalami kasihNya.
Efesus 3:14-20
=> Tanpa Roh Kudus kita gak bisa punya pengharapan, karena kuasa kita terbatas.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Timotius 1:7)
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” (Roma 4:18)
When everything was hopeless, Abraham believed anyway, deciding to live not on the basis of what he saw he couldn’t do but on what God said he would do. (Rome 4:18 MSG)
You can have hope in the process. Bukan ketika masalahnya sudah berlalu.
Kasih karunia Tuhan ada supaya kita akan selalu punya pengharapan didalam proses 😊
