Pagi ini didepan Starbucks Rawamangun, beberapa puluh meter lagi kami sampai dikantor. Dari kejauhan saya melihat ada sesuatu ditengah jalan.
ibun : apa itu mas? tikus? (secara ibun lagi gapake kacamata š)
mastha : anak kucing bun
ibun : masi idup? minggir deh
mastha : kayanya masih, eh udah ditolongin bapak gojek
ibun : gpp deh udah terlanjur minggir
Kucingnya ditaruh bapak gojek dipinggir jalan, dari jauh terlihat tidak bergerak, pas dideketin lah kok luka.
Minta tolong bapak gojek anterin kekantor sambil telp kantor supaya disediakan pet kargo.
Si anak kucing yang diberi nama Bucky oleh anak2 kantor selanjutnya dibawa ke klinik andalan kami Doknyom. Cepat Sembuh Bucky!
Basically I’m not a cat person, nor a cat lover.
Tapi semakin dewasa (gak, gak tua š) saya belajar kalo tidak suka gak selalu sama dengan benci.
Karena dunia ini gak hanya diciptakan untuk kita manusia.
Kalo begitu ceritanya kenapa Nuh disuruh mengumpulkan seluruh jenis hewan? Kenapa gak manusia aja? Kenapaaa? (lah malah nyuruh mikir)
Kalo kata Mas Okki Sutanto di Kelas Rehab BNN, āTemukan Keresahanmuā
Kalo yang diajarkan di Kelas COL di JPCC, āFind Your Holy Discontentā.
Holy Discontent artinya ketidakpuasan yang kudus, yaitu perasaan tidak puas yang muncul karena hati kita tergerak untuk melihat dan mewujudkan perubahan pada kondisi yang tidak baik di sekitar kita, sesuai dengan valuenya Tuhan (aish)…
So, this is my keresahan, I hope there is more kindness in the world weāre living in and I hope we can be kind enough to ourselves to love those around us.
And in the end semoga semua makhluk hidup berbahagia š

